Pencarian

KUA Badas Gelar Lomba Mewarnai Kaligrafi Tingkat SD/MI, Tanamkan Karakter Islami dan Kreativitas Generasi Muda

Kediri ( Inmas ) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Badas menggelar Lomba Mewarnai Kaligrafi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Kediri di Balai Desa Tunglur, Kecamatan Badas, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang diikuti hampir 100 peserta ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus menjadi sarana pembinaan kreativitas dan penguatan karakter Islami bagi anak-anak.

Kepala KUA Kecamatan Badas, Abd. Hamid Hamdah, selaku penyelenggara kegiatan menjelaskan bahwa lomba mewarnai kaligrafi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media edukatif untuk mengenalkan seni kaligrafi Arab kepada peserta didik sejak usia dini.

"Lomba ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1448 H sekaligus melatih kreativitas anak-anak dalam mewarnai serta mengenalkan kaligrafi Arab sebagai salah satu warisan seni Islam," ujar Hamid.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter Islami.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media untuk membangun karakter anak melalui seni yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan," tambahnya.

Selain menjadi ajang pengembangan kreativitas, kegiatan lomba mewarnai kaligrafi juga dimanfaatkan sebagai media edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan. Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Badas menyosialisasikan tagline "Menikah Itu Dapat Buku Nikah" sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pernikahan yang tercatat secara resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Abd. Hamid Hamdah menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat untuk menekan praktik pernikahan yang tidak tercatat (nikah siri), yang menurutnya masih dijumpai di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Badas. Ia menegaskan bahwa pencatatan perkawinan memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri maupun anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya melaksanakan pernikahan yang sah menurut agama dan tercatat oleh negara.

Antusiasme peserta melebihi perkiraan panitia. Hampir 100 siswa dari berbagai SD dan MI di Kabupaten Kediri mengikuti perlombaan tersebut. Hamid mengungkapkan bahwa tingginya jumlah peserta menjadi penyemangat bagi KUA Badas untuk terus menghadirkan kegiatan serupa pada masa mendatang.

"Ini merupakan kali pertama KUA Badas menyelenggarakan lomba mewarnai kaligrafi. Kami bersyukur animo masyarakat sangat baik sehingga menunjukkan besarnya minat anak-anak terhadap kegiatan yang bernuansa edukatif dan keagamaan," katanya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh penyuluh agama Islam Kecamatan Badas, mahasiswa IAIFA Sumbersari Kepung, Kepala Desa Tunglur Mashudi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf (PenZawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, M. Mudhofir, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kompetisi semacam ini dapat menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik.

Ia berharap pelaksanaan lomba mampu meningkatkan semangat belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja keras para siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Agus Salim menilai lomba mewarnai kaligrafi menjadi sarana yang positif bagi anak-anak untuk mengekspresikan nilai-nilai religius melalui karya seni.

"Kegiatan seperti ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang positif, inspiratif, sekaligus membentuk karakter Islami sejak usia dini melalui pendekatan seni," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kediri, Virgin Sabrina El-Islamy. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kreativitas sehingga kemampuan yang dimiliki dapat terus diasah.

"Ajang seperti ini sangat baik karena menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan keterampilan mereka melalui kegiatan yang positif," katanya.

Dalam perlombaan tersebut, panitia menyediakan trofi dan uang pembinaan bagi enam peserta terbaik. Juara pertama memperoleh uang pembinaan sebesar Rp300.000, juara kedua Rp250.000, juara ketiga Rp200.000, juara keempat Rp150.000, juara kelima Rp100.000, dan juara keenam Rp75.000.

Ketua Panitia, Saroni, membacakan hasil keputusan dewan juri.

Juara I diraih Alya Halimatussa'diyah dari SDN Bringin Badas,

Juara II Alesha Shakila Inara dari SDNU Insan Quran Pare,

Juara III Dita Faranisa' Azmi dari MI Al-Islam Badas,

Juara IV Adonia Najma Orlin dari SDNU Papar,

Juara V Jawuinto Prayoga Hartono dari MI Al-Islam Badas, dan

Juara VI Anida Faizani dari MI HM Jati Tarokan.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan kepada para pemenang oleh Kepala KUA Kecamatan Badas, Abd. Hamid Hamdah. Suasana penutupan berlangsung penuh kegembiraan. Wajah ceria para juara mencerminkan semangat dan kebanggaan atas prestasi yang diraih.

Melalui penyelenggaraan lomba mewarnai kaligrafi ini, KUA Kecamatan Badas berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda, tidak hanya dalam mengembangkan kreativitas seni dan memperkuat karakter Islami, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan demi terwujudnya keluarga yang sakinah, memiliki kepastian hukum, dan terlindungi hak-haknya.