Kediri (Inmas) — Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Kediri menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan kegiatan Penguatan Penyusunan Kurikulum dan Modul Ajar Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas 16 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 64 Non-ASN, meliputi kepala dan guru Raudhatul Athfal (RA) perwakilan dari masing-masing kecamatan se-Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di lingkungan madrasah sekaligus mempersiapkan implementasi kurikulum dan perangkat pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan dibuka oleh Plh. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, M. Tontowi Jauhari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penguatan kepada para peserta terkait pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, profesionalisme pendidik, serta kesiapan lembaga dalam menyusun kurikulum dan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam arahannya, Tontowi menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sekadar hadir dan melaksanakan tugas mengajar, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik. Guru dituntut menjadi pendidik yang mampu membimbing, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Ia juga menyampaikan bahwa memperjuangkan keberadaan dan kemajuan RA merupakan bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan. Menurutnya, keberlangsungan lembaga RA memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki dasar keagamaan yang kuat.
Lebih lanjut, Tontowi menekankan bahwa kepala RA wajib memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Terdapat tiga aspek utama yang harus dimiliki, yaitu keterampilan (skill), pola pikir (mindset) yang adaptif terhadap perubahan, serta kemampuan membangun karakter (character building) dalam mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan.
"Era digital menuntut kepala RA untuk terus belajar, berinovasi, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan karakter," ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengajar dengan hati sebagai wujud kasih sayang kepada anak-anak. Menurutnya, pendekatan yang penuh perhatian, ketulusan, dan kesabaran akan membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dari aspek akademik maupun karakter.
Kegiatan penguatan penyusunan kurikulum dan modul ajar ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para pendidik RA dalam merancang pembelajaran yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, serta mendukung implementasi kurikulum pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Melalui pertemuan rutin tersebut, IGRA Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan Raudhatul Athfal sebagai fondasi awal dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.


