Kediri (Inmas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri terus mendorong peningkatan kompetensi guru madrasah dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Cinta bagi Guru MTsN 6 Kediri yang digelar di MTsN 6 Kediri, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 ini diikuti kurang lebih oleh 59 guru MTsN 6 Kediri dan 20 guru anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 6 Kediri.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Pengawas Madrasah, Moh. Bachrudin, dilanjutkan sambutan Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, serta dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Sahrul Munir. Workshop mengusung tema “Guru Berkarya dengan Cinta, Berinovasi dengan Teknologi, Menghadirkan Pembelajaran Digital yang Bermakna dan Menguatkan Panca Cinta.”
Dalam sambutannya, Saiful Ali menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus direspons oleh para guru. Menurutnya, pendidik tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi yang begitu cepat, terlebih peserta didik saat ini telah sangat dekat dengan dunia digital. Melalui workshop ini, ia berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Sementara itu, Achmad Fa’iz mengajak seluruh peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam tugas masing-masing di madrasah. Ia berharap kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif, efisien, dan selalu mengikuti perkembangan zaman.
Dalam arahannya, Achmad Fa’iz juga menyampaikan pesan Menteri Agama yang disampaikan saat Breakfast Meeting bersama jajaran Kementerian Agama. Menurutnya, di era digital saat ini seluruh insan Kementerian Agama perlu aktif mempublikasikan berbagai inovasi, layanan, dan praktik baik kepada masyarakat melalui berbagai platform digital. Publikasi tersebut bukan sekadar membangun citra, tetapi juga menjadi bagian dari dakwah sekaligus bentuk akuntabilitas atas pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya seluruh pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, baik kompetensi teknis melalui penguasaan teknologi dan Artificial Intelligence (AI), kompetensi manajerial melalui kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan berinovasi, maupun kompetensi sosial kultural dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Selain itu, Achmad Fa’iz mengingatkan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan menanamkan nilai-nilai Panca Cinta kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman, serta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa adanya kelas yang kosong.
Selain pembukaan, peserta juga langsung mengikuti dua sesi materi pada hari pertama. Materi I disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Sahrul Munir, dengan tema “Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Digital dan AI dalam Pembelajaran di Madrasah.” Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah yang selaras dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Selanjutnya, Materi II disampaikan oleh Akhmad Sugiarto dari MTsN Kota Batu dengan tema “Penyusunan Media Pembelajaran Berbasis Digital dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran di Madrasah.” Melalui sesi praktik, peserta dibimbing menyusun media pembelajaran digital dengan memanfaatkan berbagai platform dan teknologi AI sehingga mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan bermakna serta dapat diterapkan di madrasah masing-masing.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkualitas. Penguatan kompetensi digital yang dipadukan dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat melahirkan pembelajaran yang tidak hanya modern dan efektif, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Humas)


