Pencarian

Buka Implementasi KBC di MTsN 9 Kediri, Kakan Kemenag Tegaskan Pentingnya Integritas, Kompetensi, dan Literasi Digital

Kediri (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri membuka kegiatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus memberikan pembinaan kepada ASN, guru, dan tenaga kependidikan MTsN 9 Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan karakter, peningkatan kompetensi, serta internalisasi nilai-nilai Kementerian Agama dalam lingkungan madrasah.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu program yang dikembangkan Kementerian Agama untuk memperkuat pendidikan karakter melalui penanaman nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara. Menurutnya, implementasi KBC perlu didukung oleh seluruh unsur madrasah agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Saat memberikan pembinaan, Kepala Kantor menekankan pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi harus disikapi dengan kemampuan literasi digital yang baik sehingga ASN mampu memilah informasi secara tepat sebelum membagikannya kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang diterima perlu diverifikasi terlebih dahulu dengan memperhatikan sumber dan rujukan yang jelas. Langkah tersebut penting untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

“Sebagai ASN Kementerian Agama, kita harus menjadi contoh dalam penggunaan media sosial. Informasi yang diterima harus dipastikan kebenarannya dengan melihat sumber dan rujukannya sebelum disebarluaskan,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Kantor juga menegaskan bahwa kompetensi ASN harus terus dibangun dan dikembangkan seiring dengan dinamika perubahan zaman. Pengembangan kompetensi, menurutnya, merupakan kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berorientasi pada penguatan karakter peserta didik, tetapi juga menjadi sarana bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Melalui program tersebut, nilai-nilai pendidikan yang humanis dan inklusif diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam pembinaannya, Kepala Kantor juga menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama ASN Kementerian Agama. Ia menyampaikan bahwa integritas tidak hanya tercermin dalam kepatuhan terhadap aturan dan regulasi, tetapi juga diwujudkan melalui ucapan, perilaku, serta nilai-nilai yang diterapkan dalam pelaksanaan tugas.

“Integritas adalah keselarasan antara aturan, ucapan, perilaku, dan nilai-nilai yang kita pegang. Nilai-nilai tersebut harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam diri setiap ASN,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Berbasis Cinta dapat terinternalisasi dalam diri guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Dengan demikian, KBC tidak hanya menjadi program pembelajaran, tetapi juga menjadi budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah.

Pada akhir arahannya, Kepala Kantor mengajak seluruh keluarga besar MTsN 9 Kediri untuk memperkuat rasa memiliki (sense of belonging) terhadap madrasah. Menurutnya, rasa memiliki yang kuat akan mendorong semangat kebersamaan, meningkatkan kolaborasi, serta memperkuat komitmen dalam memajukan lembaga.

Melalui kegiatan pembinaan dan pembukaan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tersebut, diharapkan seluruh warga MTsN 9 Kediri semakin memahami pentingnya literasi digital, penguatan kompetensi, peneguhan integritas, serta penerapan nilai-nilai cinta dalam kehidupan dan proses pendidikan, sehingga mampu mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.