Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri yang berlangsung di Gedung Convention Hall kawasan Simpang Lima Gumul, Selasa (28/4). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi daerah yang sarat makna, sekaligus sebagai refleksi spiritual atas perjalanan panjang Kabupaten Kediri dalam membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak kurang lebih 750 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur perwakilan agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga penghayat kepercayaan. Kehadiran lintas elemen ini menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan beragama yang telah terjalin kuat di tengah masyarakat Kabupaten Kediri.
Suasana khidmat tampak menyelimuti jalannya acara sejak awal hingga akhir. Para tokoh agama secara bergantian memimpin doa sesuai dengan keyakinan masing-masing, memanjatkan harapan dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa demi kemajuan, keselamatan, serta keberkahan bagi Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri, Maria Dewi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang daerah dalam membangun jati diri, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa keberagaman agama, budaya, dan keyakinan yang ada di Kabupaten Kediri bukanlah sebuah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan besar yang harus dijaga dan dirawat bersama. Melalui doa lintas agama ini, Pemerintah Kabupaten Kediri ingin menegaskan komitmen dalam menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan pesan Bupati Kediri yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun dinamika global yang terus berkembang.
Namun demikian, dengan semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat, serta kebersamaan yang terus dijaga, seluruh tantangan tersebut diyakini dapat dihadapi secara kolektif. Kerukunan dan solidaritas sosial dinilai sebagai modal utama dalam menciptakan stabilitas daerah yang kondusif, aman, dan damai.
Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjutnya, akan terus berkomitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif, adil, dan merata di seluruh wilayah. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, keberagaman, serta keadilan sosial sebagai bagian dari prinsip dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Momentum Hari Jadi ke-1222 ini juga diharapkan mampu menjadi penguat tekad seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Kediri yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Kediri mengajak seluruh hadirin untuk tidak hanya menjadikan kegiatan doa lintas agama sebagai simbol kebersamaan semata, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kerja keras, doa, dan kebersamaan, kita wujudkan Kabupaten Kediri yang lebih maju dan harmonis. Semoga doa yang kita panjatkan hari ini dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Kediri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan doa lintas agama ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat lintas agama diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan serta mendorong kemajuan Kabupaten Kediri di masa yang akan datang.


