Kediri (Inmas) – Mengawali rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) ke-81 Kementerian Agama dengan aksi kepedulian sosial, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri menggelar bakti sosial di UPT Tresna Werdha Pare, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap warga lanjut usia sekaligus mempererat hubungan antara penyuluh agama dan masyarakat.
Bakti sosial tersebut diisi dengan penyaluran bingkisan berupa makanan ringan dan perlengkapan mandi kepada warga panti. Kegiatan diawali dengan istighotsah yang dipimpin Masrukin, S.Pd.I., sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, kelancaran, dan perlindungan Allah SWT selama rangkaian kegiatan HAB ke-81.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kediri di UPT Tresna Werdha Pare merupakan bagian dari pengabdian yang telah berjalan secara berkelanjutan. Para penyuluh agama secara rutin memberikan bimbingan rohani setiap Senin hingga Jumat guna mendampingi warga panti dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Kepala UPT Tresna Werdha Pare, Agustin Nurul, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang selama ini diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Kediri, khususnya melalui layanan bimbingan rohani dan kegiatan bakti sosial.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri yang telah menebar kebaikan melalui bimbingan rohani setiap hari Senin sampai Jumat, serta melalui bingkisan dalam rangka HAB Kementerian Agama ke-81. Semoga Kementerian Agama semakin berdampak,” tuturnya.
Ketua PD IPARI Kabupaten Kediri, Dr. Alfiatu Solikah, menjelaskan bahwa bakti sosial tersebut merupakan kegiatan perdana dalam rangkaian peringatan HAB ke-81 Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Menurutnya, kegiatan berbagi kepada warga panti menjadi salah satu bentuk pengamalan ajaran agama sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian sosial.
Ia menyampaikan bahwa pemberian bingkisan tersebut juga dimaknai sebagai implementasi nilai ash-shadaqatu lidaf‘il-balā’, yakni sedekah sebagai ikhtiar untuk menolak atau mencegah bala.
“Pemberian bingkisan ini kami maknai sebagai implementasi nilai ash-shadaqatu lidaf‘il-balā’, yakni sedekah sebagai ikhtiar untuk menolak atau mencegah bala. Kita berikhtiar melalui amal kebaikan, sembari memohon agar seluruh rangkaian HAB Kementerian Agama diberikan keberkahan dan dijauhkan dari berbagai kesulitan,” jelasnya.
Alfiatu menambahkan, bingkisan yang disalurkan merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ASN Kementerian Agama yang ditasharufkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Penyaluran tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi warga panti.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus DWP Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Eni Masdiana, S.Ag., mengajak warga panti untuk turut mendoakan keluarga besar Kementerian Agama agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami memohon doa dari Bapak dan Ibu semua, semoga seluruh jajaran Kementerian Agama senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah melayani umat,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Penyuluh Agama KUA Gurah, M. Nur Edy Putranta, S.P. Dalam penyampaiannya, ia mengajak warga panti yang akrab disapa Mbah Kakung dan Mbah Putri untuk menjadikan bimbingan keagamaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Bimbingan rohani bukan sekadar untuk didengarkan, tetapi untuk diamalkan. Semoga apa yang telah kita pelajari bersama menjadi bekal agar kehidupan kita senantiasa berada dalam kebaikan dan memperoleh keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bingkisan secara bersama-sama di musala. Para penyuluh agama selanjutnya mendatangi asrama untuk menyerahkan bingkisan secara langsung kepada warga panti yang memiliki keterbatasan mobilitas sehingga tidak dapat hadir di musala.
Melalui kegiatan ini, IPARI dan DWP Kementerian Agama Kabupaten Kediri berupaya menguatkan kepedulian sosial sekaligus melanjutkan pendampingan rohani bagi warga lanjut usia. Momentum HAB ke-81 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus mengamalkan nilai-nilai keagamaan melalui pelayanan, kepedulian, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


