Kediri (Inmas) — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan podcast spesial yang menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, bersama Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, di ruang podcast MAN 3 Kediri, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Asfa Ghoni bersama tim Podcast MAN 3 Kediri ini secara khusus didedikasikan untuk mengabadikan perjalanan pengabdian Kepala MAN 3 Kediri menjelang masa purna tugas.
Podcast dikemas secara interaktif dengan mengulas perjalanan karier, berbagai inovasi, capaian, serta pengalaman berkesan selama memimpin MAN 3 Kediri. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan pendidikan madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pengabdian Kepala MAN 3 Kediri. “Kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian luar biasa Kepala MAN 3 Kediri yang senantiasa membawa kemajuan pesat bagi dunia pendidikan madrasah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, membagikan salah satu pengalaman paling berkesan selama menjalankan amanah kepemimpinan, yakni sikap santun para peserta didik. “Hal yang paling berkesan dan menyentuh hati saya selama memimpin di MAN 3 Kediri adalah adab luar biasa dari murid-muridnya. Setiap kali bertemu, mereka selalu santun dan bersalaman. Karena sungguh, adab itu berada di atas ilmu,” tuturnya.
Seluruh proses produksi podcast berlangsung lancar dalam satu kali pengambilan gambar (once take) tanpa kendala teknis berarti. Melalui tayangan edisi khusus ini, berbagai pengalaman, pesan moral, dan nilai keteladanan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh insan pendidikan. Masyarakat dan civitas akademika dapat menyaksikan rekaman lengkapnya melalui kanal media sosial resmi MAN 3 Kediri.
Momentum ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus dokumentasi atas perjalanan panjang pengabdian seorang pemimpin madrasah. Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, sebab keteladanan, ilmu, dan kebaikan yang telah ditanamkan akan terus hidup serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus.


