Kediri (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, menghadiri kegiatan Pengajian Sabtu Pagi yang diselenggarakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kediri, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 dengan menghadirkan Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., atau yang akrab disapa Gus Reza, sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, Gus Reza mengajak para jamaah menjadikan semangat santri sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, santri tidak hanya identik dengan aktivitas mengaji, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat menuntut ilmu harus berjalan beriringan dengan semangat pengabdian dan kemampuan memberikan inspirasi melalui perilaku serta keteladanan.
Ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh hendaknya mampu membentuk pribadi berakhlak mulia serta menghadirkan kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dipelajari, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut diamalkan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain.
Pesan tersebut selaras dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, yakni “Mengaji, Mengabdi, Menginspirasi.” Ketiga nilai tersebut menjadi satu kesatuan yang mencerminkan peran santri dalam kehidupan. Mengaji merupakan ikhtiar untuk memperdalam ilmu dan memperkuat keimanan. Mengabdi menjadi wujud nyata pengamalan ilmu serta kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, menginspirasi diwujudkan melalui keteladanan dan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Bagi lingkungan madrasah, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial. Pendidikan agama perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, sehingga ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada pemahaman, melainkan menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Kehadiran Achmad Fa’iz dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya religius di lingkungan madrasah. Kegiatan keagamaan seperti Pengajian Sabtu Pagi memiliki peran dalam memperluas wawasan keislaman sekaligus membangun kebersamaan antara unsur pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk mengenang kontribusi para ulama dan santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga nilai-nilai keislaman, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengaji menjadi landasan untuk terus belajar, mengabdi menjadi bukti kebermanfaatan ilmu, dan menginspirasi menjadi jalan untuk menghadirkan keteladanan.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di lingkungan madrasah, sehingga lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.


