Pencarian

Pemkab dan Kemenag Kabupaten Kediri Gelar Pembinaan ASN dan Pegawai Beragama Hindu

Kab. Kediri (Humas) — Pemerintah Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri serta lembaga keagamaan Hindu menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Karyawan/Karyawati Beragama Hindu pada Senin (08/12/2025). Bertempat di Aula Belakang Kankemenag Kabupaten Kediri, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Guru Agama Hindu, Pengurus PHDI kecamatan, Ketua Pasraman, serta Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memberikan penguatan mental dan spiritual bagi ASN serta pegawai beragama Hindu yang bertugas di lingkungan Pemkab Kediri maupun Kementerian Agama.

Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Sumarlan. mewakili Bagian Kesra selaku panitia pelaksana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pembinaan mental ASN sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengabdian dan pelayanan publik.

Selanjutnya, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Kediri, M. Tontowi Jauhari, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau mengapresiasi sinergi antara Pemkab Kediri, Kemenag, dan lembaga keagamaan Hindu dalam memberikan ruang pembinaan khusus bagi ASN umat Hindu.

Doa pembukaan dipimpin oleh Mangku Munandar sebelum peserta memasuki sesi inti berupa penyampaian materi pembinaan mental oleh Bapak Radi, Pembimbing Teknis Urusan Agama Hindu Kemenag Kabupaten Kediri.

Dalam paparannya, Bapak Radi menyampaikan materi bertema Asta Cita Kemenag RI, yaitu delapan program prioritas Kementerian Agama yang selaras dengan visi nasional 2025–2029. Materi tersebut mencakup penguatan moderasi beragama, layanan keagamaan berdampak, pemberdayaan umat, penguatan pendidikan, hingga digitalisasi tata kelola.

Beliau juga menyampaikan konsep Ekoteologi Hindu, yang menekankan bahwa alam merupakan manifestasi suci Tuhan. Prinsip-prinsip seperti Tri Hita Karana, Tattwamasi, Panca Maha Butha, serta nilai Dharma, Karma, dan Ahimsa dijelaskan sebagai landasan penting dalam membangun keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga alam adalah bentuk bhakti sekaligus kewajiban moral dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan ini, peserta diharapkan memperoleh penguatan mental-spiritual serta pemahaman baru terkait peran ASN Hindu dalam mendukung transformasi keagamaan dan sosial menuju Indonesia Emas.