Pencarian

Pembinaan 10 Finalis Duta Religi Kabupaten Kediri 2025: Menguatkan Kapasitas dan Spirit Ke-NU-an

Kab. Kediri (Inmas) — Sebanyak 10 finalis Duta Religi Kabupaten Kediri 2025 mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh ISNU Kabupaten Kediri sebagai upaya memperkuat kapasitas generasi muda dalam bidang keagamaan, kepemimpinan, dan moderasi beragama. Acara dibuka oleh Sarah Aqila selaku MC dan berlangsung hangat serta penuh motivasi.

Sambutan pertama disampaikan oleh Sholihudin, yang menekankan pentingnya menjaga marwah Nahdlatul Ulama di mana pun para finalis berada. Ia mengingatkan konsep di buku The 7 Habits of Highly Effective People, khususnya poin “Asahlah Gergaji”, sebagai ajakan untuk terus meningkatkan kemampuan diri—baik materiil maupun non-materiil—guna menjadi pribadi yang lebih matang dan bermanfaat.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Achmad Fa’iz, selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pengurus ISNU dan para finalis yang terpilih. Beliau menegaskan pentingnya performa dan kualitas diri para finalis demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia mendorong pengembangan branding Duta Religi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman dan dikelola secara profesional. Selain itu, ia menyoroti pentingnya program pengembangan SDM berbasis keagamaan yang inklusif, mengedepankan spirit NU yang merangkul semua golongan, serta kemampuan beradaptasi secara fleksibel di tengah perubahan cepat pada era Gen Z.

Pada sesi materi, Achmad Fa’iz kembali tampil sebagai pemateri pertama dengan tema Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Ia menekankan pentingnya militansi terhadap NU agar setiap langkah yang diambil para calon duta selalu berorientasi pada kemaslahatan. Beliau juga menggarisbawahi nilai kemoderasian beragama, kemanusiaan universal, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana perjuangan di era digital.


Sesi kedua diisi oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, yang menyempatkan hadir untuk memberikan materi tentang kepemimpinan. Dalam paparannya, ia mendorong para finalis agar memiliki karakter pemimpin yang adaptif, visioner, dan mampu memantik semangat moderasi beragama di tengah masyarakat. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap tumbuhnya generasi muda religius, moderat, dan berdaya saing.

Di penghujung acara, doa penutup dipimpin oleh M. Arif Dariri, menguatkan harapan agar para finalis memperoleh keberkahan dan kelancaran dalam proses pemilihan Duta Religi selanjutnya sembari mengharapkan pelopor duta religi yang mampu menjadi teladan, inovator, dan penggerak nilai-nilai moderasi beragama.