Pencarian

Pelantikan AGPAII : Kankemenag Kediri Tegaskan Komitmen Dukung dan Kawal Guru PAI

Kediri (Inmas)— Pelantikan dan Silaturahmi Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Kediri yang diselenggarakan di Gedung Bagawanta Bhari berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Kediri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kediri, KH. An’im Falahuddin Mahrus, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kemenag Kabupaten Kediri, perwakilan AGPAII Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri menegaskan komitmen institusinya untuk terus mendukung dan mengawal keberadaan guru PAI di Kabupaten Kediri. Ia menyampaikan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, guru PAI dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, baik dalam penguasaan materi ajar maupun dalam metode pembelajaran yang adaptif dan inovatif.

“Kementerian Agama akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas guru, agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi profesi seperti AGPAII dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Melalui organisasi ini, para guru diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat solidaritas profesi.

Lebih lanjut, Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri mengajak seluruh guru PAI untuk terus menjaga integritas dan menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tugas. Ia menyebutkan bahwa guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai figur teladan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.



Sementara itu, KH. An’im Falahuddin Mahrus dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.


“Pendidikan agama itu sangat penting, karena menjadi dasar dalam pembentukan karakter dan perilaku generasi bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para guru senantiasa menjaga keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, serta terus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam proses pembelajaran.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kemenag Kabupaten Kediri dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong berbagai program peningkatan kompetensi guru PAI. Program tersebut meliputi pelatihan, pembinaan, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Selain itu, kehadiran perwakilan AGPAII Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pendidikan agama Islam. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan secara terpadu.

Kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan kepengurusan baru AGPAII Kabupaten Kediri, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi antar guru PAI. Melalui forum ini, para peserta dapat bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik baik dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan AGPAII Kabupaten Kediri dapat semakin berperan aktif sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Kediri.

Ke depan, sinergi yang terbangun antara pemerintah, organisasi profesi, dan para pendidik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.