Kediri (Inmas) — Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri terus memperkuat pendampingan kepada lembaga pendidikan keagamaan Islam melalui kunjungan dan visitasi secara langsung ke lapangan.
Pada Kamis, 24 September 2026, kegiatan visitasi dan pendampingan dilaksanakan di sejumlah lembaga di wilayah Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan lembaga sekaligus memastikan pengelolaan administrasi dan data kelembagaan berjalan secara tertib.
Kunjungan pertama dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin) Matholi’ul Anwar, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, dalam rangka visitasi kelembagaan.
Selanjutnya, tim PD Pontren mengunjungi TPQ Fauzan Adzima, Tulungrejo, Kecamatan Pare, untuk melaksanakan visitasi sekaligus pendampingan terhadap pengelolaan lembaga.
Sementara itu, di Pondok Sumbersari, Kecong, Kecamatan Kepung, kegiatan diarahkan pada pendampingan pengelolaan data melalui Sinau EMIS 4.0. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketertiban dan akurasi data lembaga dalam sistem administrasi pendidikan keagamaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Kediri, M. Saifurrizal, S.Th.I., bersama staf, yakni Fuad Hakim, Kuncoro Eko, Hammad, Anggun Aulia, dan Jamilatin.
Melalui kunjungan langsung ke lembaga, PD Pontren tidak hanya melakukan pemantauan administratif, tetapi juga membuka ruang komunikasi untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan lembaga di lapangan. Pendampingan secara langsung diharapkan dapat membantu lembaga memahami tata kelola administrasi serta meningkatkan ketertiban dalam pengelolaan data EMIS.
Kehadiran PD Pontren di tengah lembaga juga menjadi bagian dari penguatan layanan pendidikan keagamaan Islam. Data yang tertib dan akurat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan, pembinaan, serta pelayanan kelembagaan.
Dengan semangat “Menjemput Data, Menguatkan Lembaga”, PD Pontren Kemenag Kabupaten Kediri terus membangun pola pendampingan yang lebih dekat dengan lembaga, melalui komunikasi, visitasi, dan penguatan tata kelola secara langsung.


