Kediri (Inmas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri menggagas gerakan masif penguatan tata kelola kemasjidan melalui program NGOPI MESSRA (Ngobrol Pintar Menuju Masjid Musholla Sejahtera). Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pengelolaan masjid dan musholla agar semakin profesional, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Gerakan NGOPI MESSRA dirancang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kediri melalui kolaborasi Kantor Urusan Agama (KUA), para penyuluh agama Islam, serta jajaran pelaksana di 26 kecamatan dan 343 desa. Pendekatan yang diterapkan bersifat dialogis dan partisipatif, dengan menempatkan takmir masjid dan musholla sebagai mitra utama dalam pembinaan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Rabu (25/2/2026) oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, di Masjid Darun Najah, Kecamatan Semen. Mengusung tema “Masjid Musholla Sejahtera, Pilar Peradaban di Kabupaten Kediri”, ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang membangun karakter umat dan memperkuat harmoni sosial.
“Masjid harus menjadi pusat solusi umat. Di sanalah ibadah ditegakkan, pendidikan dikuatkan, ekonomi diberdayakan, dan ukhuwah dipererat. Tata kelola yang baik akan melahirkan kemaslahatan yang luas,” tegas Achmad Fa’iz dalam arahannya.
Sebelum membuka kegiatan, Kepala Kantor menyerahkan bantuan dampar (meja kecil untuk mengaji) dan Al-Qur’an kepada Kelompok Bimbingan Penyuluhan Literasi Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan literasi keagamaan di masyarakat.
Kegiatan perdana ini diikuti oleh 10 takmir masjid dan 30 takmir musholla dari desa setempat. Rangkaian acara diawali dengan Tahlil Qoshor yang dipimpin oleh Khoirul Anwar, Penyuluh Agama Kecamatan Semen. Selanjutnya, Kepala KUA Kecamatan Semen, Muchammad Fathoni menyampaikan apresiasi atas inisiatif strategis tersebut dan berharap NGOPI MESSRA menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan para takmir dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid.
Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi program serta penyampaian materi pembinaan mengenai implementasi tiga pilar tata kelola kemasjidan, yaitu:
-
Idarah (Manajemen): penguatan organisasi, administrasi, serta transparansi keuangan;
-
Imarah (Pemakmuran): optimalisasi fungsi ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial;
-
Riayah (Pemeliharaan): menjaga kebersihan, kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas masjid.
Sesi inti diisi dengan forum dialog interaktif “Ngobrol Pintar” bersama Alfiatu Solikah Ketua IPARI Kabupaten Kediri. Diskusi berlangsung hangat, membahas praktik implementasi Idarah, Imarah, dan Riayah dengan berlandaskan regulasi yang berlaku, termasuk standar manajemen masjid serta kebijakan nasional tentang Masjid Musholla Sejahtera.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan salat Maghrib berjamaah dan buka puasa bersama yang mencerminkan semangat ukhuwah dan kolaborasi.
Melalui NGOPI MESSRA, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya menjadikan masjid dan musholla sebagai pilar peradaban yang tidak hanya makmur secara ritual, tetapi juga unggul dalam tata kelola dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi umat. Program ini diharapkan menjadi model inspiratif penguatan tata kelola kemasjidan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (Humas)


