Kediri (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, membuka kegiatan Workshop Penulisan Buku yang diselenggarakan MTsN 7 Kediri, Kamis (15/10/2026). Mengusung tema “Mengukir Jejak Ilmu Melalui Karya, Menguatkan Profesionalisme Guru dengan Literasi”, kegiatan ini menjadi upaya mendorong peningkatan budaya literasi dan produktivitas guru dalam menghasilkan karya tulis. Workshop yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, tersebut diikuti sekitar 45 peserta dari berbagai satuan pendidikan, meliputi MAN, MA, SMP, MTs, SD, dan MI di wilayah Kecamatan Kepung, Pare, dan Kandangan. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Kediri, Sahrul Munir.
Kepala MTsN 7 Kediri, Ifa Hidayah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menulis sebagai upaya mengabadikan ilmu dan pemikiran. Ia berharap melalui workshop ini, para guru semakin termotivasi untuk menghasilkan karya berupa buku sehingga ilmu dan pengalaman yang dimiliki dapat terus dibaca dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Dalam sambutannya, Achmad Fa’iz menekankan pentingnya literasi, khususnya keterampilan menulis, bagi guru. Menurutnya, guru tidak hanya berperan menyampaikan ilmu kepada peserta didik, tetapi juga perlu mendokumentasikan pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik melalui karya tulis. Menulis menjadi salah satu cara bagi guru untuk meninggalkan jejak ilmu sehingga dapat terus dikenang oleh murid-muridnya, bahkan ketika mereka sudah tidak lagi mengajar secara langsung.
Ia juga menegaskan bahwa ilmu dan pengalaman baik yang dituangkan dalam tulisan dapat memberikan efek positif bagi umat dan masyarakat luas. Oleh karena itu, Achmad Fa’iz mendorong seluruh guru, khususnya peserta workshop, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan karya nyata berupa buku. Karya tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi buku ber-ISBN sehingga bisa dipublikasikan, dibaca, dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang sebagai bentuk kontribusi guru dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Selama workshop, peserta mendapatkan materi mengenai motivasi menulis, pengenalan jenis buku, teknik menulis efektif, penemuan ide, penyusunan judul, sinopsis dan kerangka tulisan, hingga praktik serta pendampingan menulis. Pada hari kedua, materi dilanjutkan dengan teknik parafrasa, sitasi, pencegahan plagiarisme, proses penerbitan buku, pengurusan ISBN, hak kekayaan intelektual (HKI), serta strategi publikasi. Rangkaian materi tersebut diharapkan membantu peserta memahami proses penulisan buku secara lebih terarah dan sistematis.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Kediri berharap tumbuh semangat literasi yang lebih kuat di kalangan guru, baik di madrasah maupun sekolah. Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan karya-karya buku yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan buku kepada Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, sebagai bagian dari upaya mendorong budaya literasi dan produktivitas guru dalam berkarya. Dengan menuliskan ilmu serta pengalaman baik, para guru turut meninggalkan jejak pengetahuan yang dapat diwariskan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. (Humas)


