Kediri (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, membuka sekaligus memberikan materi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepala Madrasah yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Madrasah Tsanawiyah Swasta (BKMS) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Selasa (13/10/2026), di Aula Hotel Front One Inn Kediri. Kegiatan yang diikuti 40 peserta ini mengangkat materi Nilai-Nilai Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama sebagai landasan untuk memperkuat kepemimpinan dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Kediri, Sahrul Munir. Acara kemudian diisi laporan Ketua Panitia Pelatihan, Fathul Anam, serta sambutan Ketua Pembina BKMS, Rochman, sebelum dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz.
Dalam pemaparannya, Achmad Fa’iz menekankan bahwa kepala madrasah harus terus berinovasi dan mampu membangun citra positif madrasah melalui berbagai kegiatan keagamaan. Menurutnya, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan membentuk kepribadian peserta didik. Karena itu, kepala madrasah perlu menghadirkan program-program yang mampu memperkuat identitas keagamaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi madrasah saat ini, mulai dari persoalan karakter dan identitas peserta didik, kondisi sosial ekonomi orang tua, hingga perkembangan teknologi yang membawa tantangan tersendiri dalam aspek moral. Selain itu, persoalan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan menjadi perhatian yang perlu ditangani melalui penguatan karakter, keteladanan, dan pembiasaan perilaku positif di madrasah.
Achmad Fa’iz menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai keagamaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengetahuan dan kemampuan umum peserta didik. “Bagaimana agar agamanya kuat, umumnya hebat, dan karakternya kuat,” menjadi pesan yang ditekankan dalam arah pengembangan pendidikan madrasah. Ia juga mengajak para kepala madrasah untuk terus melakukan penguatan dan menghadirkan inovasi dalam menghadapi perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pendidikan.
Lebih lanjut, penguatan moderasi beragama perlu menjadi bagian dari upaya membangun karakter peserta didik yang mampu menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan. Kepala madrasah diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai dasar SDM Kementerian Agama ke dalam kepemimpinan, budaya kerja, serta pelaksanaan pendidikan sehari-hari. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Achmad Fa’iz menyampaikan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Surabaya atas kerja sama dalam penyelenggaraan diklat. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi para kepala madrasah, mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan, serta meningkatkan kualitas tata kelola madrasah di Kabupaten Kediri. Melalui penguatan nilai-nilai dasar SDM Kementerian Agama, kepala madrasah diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin pendidikan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi bangsa. (Humas)


