Kota Surabaya (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan The Wonder of Harmony yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia di Masjid Al-Akbar Surabaya, Jumat–Minggu (28–30/11). Kegiatan nasional yang diinisiasi Ditjen Bimas Islam Kemenag RI ini menjadi puncak peringatan Hari Toleransi Internasional dengan dua agenda utama: Sholawat Kebangsaan dan Walk for Harmony.
Kehadiran Kepala Kemenag Kabupaten Kediri bersama jajaran Kanwil Kemenag Jawa Timur dan perwakilan Kemenag kabupaten/kota lainnya menjadi wujud komitmen dalam memperkuat toleransi, kerukunan, serta gerakan zakat dan wakaf di daerah.
“Acara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kerukunan adalah energi terbesar bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin membawa semangat toleransi dan kedermawanan kembali ke daerah, agar sinergi umat semakin kuat,” ujar Achmad Fa’iz usai mengikuti agenda Sholawat Kebangsaan.
Rangkaian kegiatan The Wonder of Harmony tahun ini dipusatkan di Surabaya karena Jawa Timur dikenal sebagai provinsi dengan karakter masyarakat yang multietnis dan multireligius. Direktur Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, Waryono, menjelaskan bahwa Jawa Timur menjadi contoh kuatnya gerakan zakat dan wakaf yang berdampak bagi umat.
Pada agenda Sholawat Kebangsaan, ribuan jamaah memadati Masjid Al-Akbar Surabaya untuk bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, turut mengapresiasi kehadiran para tamu undangan, termasuk kepala Kemenag kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenag RI bersama Kanwil Kemenag Jatim juga menyerahkan bantuan senilai Rp1,3 miliar untuk korban musibah pondok pesantren di berbagai daerah sepanjang tahun 2025. Penyerahan simbolis kepada keluarga korban Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, turut disaksikan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Kediri.
Puncak acara pada Minggu (30/11) ditandai dengan Walk for Harmony, yang diikuti lebih dari 60 ribu peserta. Para peserta berjalan bersama sebagai simbol persatuan dan kepedulian sosial, termasuk gerakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang terus digelorakan Kemenag RI.
Achmad Fa’iz berharap semangat toleransi yang digaungkan melalui The Wonder of Harmony dapat menginspirasi masyarakat Kabupaten Kediri.
“Dari Surabaya, kita membawa pesan kuat bahwa Indonesia tumbuh karena kerukunan dijaga bersama. Semoga semangat ini mampu memperkuat layanan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan umat di Kabupaten Kediri,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan The Wonder of Harmony menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam merawat persatuan, memperkuat moderasi beragama, dan menumbuhkan gerakan kebaikan melalui zakat dan wakaf.


