Kab. Kediri (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, menghadiri kegiatan Istighotsah dan Doa Bersama dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Kediri, Ahad malam (16/11/2025), di kawasan Bazar HSN 2025 Area Simpang Lima Gumul (SLG). Acara berlangsung khidmat dan diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat dari Grub Sholawat At Tanwir yang menghangatkan suasana malam itu. Selanjutnya, mauidhoh hasanah disampaikan oleh para masyayikh:
- KH. Muhammad Ma’mun,
- KH. Abdun Nashir Badrus,
- Agus Tanwirul Mubarok.
Para kiai menekankan pentingnya memperkuat akhlak, menjaga persatuan, serta meneladani perjuangan para santri sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, menyampaikan apresiasinya kepada PCNU Kabupaten Kediri atas terselenggaranya kegiatan yang penuh manfaat ini. Beliau menegaskan bahwa istighotsah dan doa bersama merupakan momentum memperkuat spiritualitas dan keharmonisan masyarakat.
“Kegiatan istighotsah ini menjadi ruang bagi kita untuk memohon perlindungan dan keberkahan. Doa bersama seperti ini juga mempererat sinergi antara ulama, santri, dan pemerintah dalam menjaga harmoni serta moderasi beragama di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara yang sama, Kemenag Kabupaten Kediri menerima penghargaan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas capaian sebagai instansi dengan sertifikasi tanah wakaf terbanyak. Selain itu, tiga KUA yang dinilai berprestasi dalam program percepatan sertifikasi tanah wakaf juga turut menerima penghargaan, yakni:
- KUA Mojo,
- KUA Ringinrejo,
- KUA Kras.
Penghargaan ini mencerminkan kerja sama yang baik antara Kemenag, BPN, para nadzir, serta jajaran KUA dalam memperkuat legalitas aset wakaf di Kabupaten Kediri.
Achmad Fa’iz berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Semoga capaian ini terus mendorong pengelolaan wakaf yang lebih profesional dan memberikan manfaat luas bagi umat,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para kiai, memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kediri serta bangsa Indonesia. (Humas)


