KEDIRI (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, menghadiri Jalan Sehat Sarungan dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Kabupaten Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti santri, warga nahdliyin, dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Kemeriahan kegiatan juga terlihat dari partisipasi keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, yang melibatkan unsur madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), serta penyuluh agama di wilayah Kabupaten Kediri.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan keluarga besar Kementerian Agama dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Para peserta dari lingkungan madrasah, KUA, dan penyuluh agama turut mengenakan sarung dan mengikuti kegiatan bersama masyarakat.
H. Achmad Fa’iz menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga besar Kementerian Agama dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Momentum Hari Santri, menurutnya, juga dapat menjadi ruang untuk meneguhkan kontribusi santri dan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jalan Sehat Sarungan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran peserta dari madrasah, KUA, dan penyuluh agama turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut.
Perwakilan Panitia HSN 2026 Kabupaten Kediri, Yohan Mandala, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HSN tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dulu kita melaksanakan Hari Santri hanya empat hari, saat ini kita melaksanakan Peringatan Hari Santri Nasional sudah 10 hari. Alhamdulillah, dari berbagai macam kegiatan semua ramai,” ujar Yohan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak-pihak yang turut mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan HSN 2026.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kediri, KH Abdul Nasir Badrus, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan kepada para santri agar terus meningkatkan prestasi, keilmuan, akhlak, dan semangat kebangsaan.
“Santri harus berprestasi, otaknya encer, bukan jiwa yang jumud atau tertinggal. Siapkan untuk memimpin Kediri, siapkan untuk memimpin Jawa Timur, siapkan untuk memimpin negara kita. Santri harus bisa!” tegas KH Abdul Nasir Badrus.
Pesan tersebut mendapat respons dari peserta. Dalam kesempatan yang sama, KH Abdul Nasir Badrus juga memberikan tambahan hadiah berupa sepeda listrik yang menurut keterangan panitia berasal dari sumbangan pribadi sebesar Rp4 juta.
“Kegiatan ini bukan sekadar olahraga fisik, tapi ada nilai filosofis yang kuat dari selembar sarung yang kita pakai serentak hari ini. Ini adalah pengingat identitas kita. Apalagi pesan-pesan kebangsaan dari Mbah Yai Nasir tadi sangat relevan dan memotivasi generasi muda kita untuk berani mengambil peran-peran strategis di masyarakat,” tuturnya.
Jalan Sehat Sarungan kemudian diberangkatkan setelah doa kebangsaan yang dipimpin KH Abdul Nasir Badrus. Doa tersebut memuat harapan agar Indonesia senantiasa menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur serta dianugerahi pemimpin yang jujur, kompak, rela berkorban, dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Kediri melalui madrasah, KUA, dan penyuluh agama menjadi bagian dari semangat bersama dalam menyukseskan rangkaian Peringatan HSN 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara unsur Kementerian Agama dan masyarakat Kabupaten Kediri.


