Kediri (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, menghadiri kegiatan Program PGRI Power dan Training of Trainer (ToT) calon pelatih coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kediri di SMAN 1 Wates, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan. Program PGRI Power juga diarahkan untuk mendukung gerakan “1 Juta Guru Mahir Coding dan AI” melalui penguatan kapasitas guru dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara tepat.
PGRI Kabupaten Kediri menargetkan sebanyak 5.000 guru memiliki kompetensi di bidang coding dan AI. Dalam kegiatan ToT tersebut, sebanyak 54 calon pelatih mengikuti pembekalan selama tiga hari, 8–10 September 2026. Para peserta mendapatkan materi dan pelatihan dari praktisi di bidang coding dan AI untuk selanjutnya meneruskan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada guru-guru di tingkat kecamatan.
Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, mengapresiasi langkah PGRI dalam mendorong peningkatan kompetensi guru melalui penguasaan teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk AI, perlu direspons secara positif oleh para pendidik agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung proses pembelajaran.
“Guru harus terus meningkatkan kompetensinya agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam mendukung proses pembelajaran,” ujar Achmad Fa’iz.
Ia berharap peningkatan kapasitas guru di bidang teknologi dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Penguasaan teknologi, menurutnya, perlu diiringi dengan kemampuan memilih dan menggunakan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran sehingga dapat memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Teknologi harus menjadi sarana untuk mendukung pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Karena itu, kemampuan dan kebijaksanaan guru dalam memanfaatkan teknologi tetap menjadi hal yang penting,” lanjutnya.
Ketua PGRI Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa Program PGRI Power merupakan program yang mengusung nilai Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellence, dan Resilience. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat profesionalisme sekaligus ketangguhan guru dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Wates, Teguh Tri Santosa, berharap kegiatan ToT dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi guru di Kabupaten Kediri. Para calon pelatih diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada guru-guru lainnya sehingga manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pendidik.
Melalui kegiatan tersebut, peningkatan literasi digital dan kompetensi teknologi di kalangan guru diharapkan dapat terus berkembang. Penguasaan coding dan AI juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai pendidikan dan peran strategis guru.


