Kediri (Inmas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri menyiapkan 11 Masjid Ramah Pemudik di sepanjang jalur mudik Lebaran tahun ini. Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional Masjid Ramah Pemudik & Ekspedisi Masjid Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Agama.
Kick off program tersebut diikuti secara daring oleh jajaran Kemenag Kabupaten Kediri dari Masjid Al Khotib Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini terhubung secara nasional dari Kantor Kementerian Agama di Lapangan Banteng Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Kediri M. Tontowi Jauhari, Kasi Bimas Islam Agus Salim, para penyuluh agama Islam dari KUA Kecamatan Gurah, serta takmir Masjid Al Khotib.
Program Masjid Ramah Pemudik ini bertujuan memperkuat pelayanan masjid selama bulan Ramadan, khususnya saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Melalui program ini, masjid diharapkan dapat memberikan layanan tambahan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Kediri.
Beberapa fasilitas yang diharapkan tersedia di masjid ramah pemudik antara lain:
• Tempat istirahat yang nyaman
• Toilet yang bersih
• Kotak P3K dan obat-obatan ringan
• Area parkir yang aman
• Kotak saran serta bantuan penjagaan barang pemudik
Selain itu, pengelola masjid juga didorong untuk melibatkan relawan serta memastikan layanan masjid dibuka selama 24 jam, sehingga para pemudik dapat beristirahat kapan pun dibutuhkan tanpa mengganggu perjalanan mereka.
Melalui program ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang layanan publik yang memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.


