Kediri (Inmas) — Pada Selasa, 17 Februari 2026, pelaksanaan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal bulan hijriah yang diselenggarakan di MAN 3 Kediri berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar ilmiah dalam menentukan awal bulan kamariah melalui metode rukyat yang dilaksanakan sesuai ketentuan syariat dan kaidah ilmiah
Sejak sore hari, tim rukyat yang terdiri dari unsur ahli falak, pengurus Badan Hisab Rukyat, perwakilan ormas Islam, serta didampingi guru dan siswa MAN 3 Kediri telah bersiap di lokasi pengamatan. Pengamatan dilakukan menggunakan peralatan rukyat seperti teleskop dan alat bantu optik lainnya, serta mengacu pada data hisab dan posisi hilal saat matahari terbenam.
Namun demikian, hingga batas akhir waktu rukyat, hilal tidak berhasil terlihat. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi ufuk di lokasi pengamatan kurang mendukung akibat faktor cuaca dan ketebalan atmosfer di horizon barat, sehingga visibilitas hilal tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat. Tim rukyat kemudian menyusun berita acara hasil pengamatan sebagai laporan resmi.
Pelaksanaan rukyatul hilal ini turut disaksikan oleh berbagai unsur, antara lain Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, perwakilan Nahdlatul Ulama Kabupaten dan Kota Kediri, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, LDII Kabupaten Kediri, Lajnah Falakiyah, Badan Hisab Rukyat, serta kalangan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi keagamaan di Kediri. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, ormas Islam, dan dunia pendidikan dalam pelaksanaan rukyat.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan hijriah, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa dalam memahami astronomi Islam, metode hisab rukyat, serta pentingnya verifikasi ilmiah dalam penetapan kalender hijriah. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman langsung mengamati proses rukyat sekaligus memahami dinamika ilmiah yang menyertainya.
Selain itu, kegiatan rukyatul hilal juga memperkuat nilai kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah antar lembaga, ormas, dan masyarakat. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga dalam mendukung pengembangan ilmu falak serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Hasil rukyatul hilal dari lokasi MAN 3 Kediri selanjutnya akan dilaporkan kepada pihak terkait dan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal bulan hijriah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan nantinya diharapkan memberikan kepastian dan kemaslahatan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah sesuai ketentuan syariat.


