Kediri (Inmas) — Pemantauan hilal dalam rangka penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan di MAN 3 Kediri, Kamis (petang), menunjukkan bahwa hilal tidak berhasil terlihat.
Kegiatan rukyatul hilal ini diselenggarakan oleh tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kankemenag Kabupaten Kediri dengan melibatkan unsur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, praktisi falak, serta pihak terkait lainnya. Pemantauan dilakukan di lokasi yang telah ditetapkan dengan menggunakan alat bantu optik seperti teleskop serta perangkat pendukung lainnya, sesuai dengan standar operasional rukyat.
Berdasarkan data hisab, posisi hilal pada saat matahari terbenam berada pada ketinggian yang masih sangat rendah dengan elongasi terbatas, sehingga secara teoritis peluang visibilitas hilal relatif kecil. Kondisi tersebut semakin dipengaruhi oleh faktor cuaca di wilayah Kediri yang kurang mendukung, dengan adanya awan di ufuk barat yang menghambat proses pengamatan.
Selama proses rukyatul hilal berlangsung hingga batas waktu yang ditentukan, tim pengamat tidak berhasil melihat hilal. Hasil ini kemudian dicatat secara resmi dan dituangkan dalam berita acara rukyatul hilal oleh tim pengamat.
Selanjutnya, laporan hasil rukyat dari Kabupaten Kediri akan dikirimkan dan dihimpun secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah. Sidang isbat tersebut juga akan mempertimbangkan hasil rukyat dari berbagai titik di Indonesia serta data hisab yang telah dihitung sebelumnya.
Dengan belum terlihatnya hilal di sejumlah titik pemantauan, termasuk di Kediri, keputusan penetapan awal Syawal menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah serta menjaga suasana yang aman, tertib, dan penuh toleransi dalam menyikapi perbedaan yang mungkin terjadi dalam penetapan Hari Raya Idulfitri.


