Pencarian

Dari Semarang, Doa dan Dukungan Kankemenag Kediri Menyertai Perjuangan Kafilah Jatim di MTQ Nasional XXXI

Kediri (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri bersama jajaran menghadiri rangkaian pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam (12/9/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan dan kebersamaan jajaran Kementerian Agama di Jawa Timur dalam menyertai perjuangan kafilah Jawa Timur pada ajang MTQ tingkat nasional.

Rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti kafilah dari berbagai provinsi. Acara pembukaan kemudian dipusatkan di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Sebanyak 38 kafilah provinsi berpartisipasi dalam penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini.

Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri hadir bersama jajaran Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Kebersamaan tersebut menjadi ruang untuk memberikan dukungan moral sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama jajaran Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan dan pengembangan generasi Qur’ani.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap, perilaku maupun cara membangun hubungan dengan sesama.

Pesan tersebut menempatkan MTQ tidak semata sebagai ajang perlombaan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengkaji Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ menjadi momentum untuk mendorong hadirnya nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, termasuk sikap dapat dipercaya, kesungguhan dalam menjalankan amanah, serta membangun komunikasi melalui ta’aruf dan tabayyun.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI berlangsung semarak di Kota Semarang. Jawa Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah terakhir kali menyelenggarakan MTQ Nasional pada 1979. Defile kafilah dari berbagai daerah turut memeriahkan pembukaan dengan menampilkan pakaian adat, yel-yel, serta kekayaan budaya masing-masing daerah.

Kemeriahan juga diwarnai pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan nasyid, dan pertunjukan seni Islami. Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian adalah aksi menyanyikan Mars MTQ secara bersama-sama yang melibatkan puluhan ribu peserta dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berlangsung pada 11–20 September 2026 dengan sejumlah cabang musabaqah, antara lain tilawah, tahfizh, tafsir, kaligrafi, serta Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an. Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”, penyelenggaraan MTQ diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai keislaman, persatuan, dan kerukunan.

Kankemenag Kabupaten Kediri menyampaikan doa dan dukungan kepada seluruh Kafilah Jawa Timur yang mengikuti MTQ Nasional XXXI. Kehadiran jajaran Kementerian Agama di tengah para kafilah diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk menjalankan amanah dengan penuh kesungguhan dan memberikan penampilan terbaik.

Dari Semarang, semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani. MTQ Nasional XXXI tidak hanya mempertemukan para peserta dalam kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, mengenalkan keberagaman budaya, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.