Kediri (Inmas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa'iz, secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Kediri Tahun 2026 di Yayasan Al Asy'ari, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kediri tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, dan keagamaan.
Pembukaan PORSADIN dihadiri oleh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, pengurus FKDT Kabupaten Kediri, pengasuh Yayasan Al Asy'ari, dewan juri, pendamping, serta para santri peserta PORSADIN dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri. Kehadiran para peserta dengan mengenakan atribut kontingen masing-masing menambah semarak suasana pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa'iz, menyampaikan bahwa PORSADIN merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, pendidikan di Madrasah Diniyah tidak hanya berorientasi pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Achmad Fa'iz menekankan bahwa seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap cabang perlombaan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, kedisiplinan, serta sikap saling menghormati. Ia mengingatkan bahwa kompetisi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi setiap peserta.
"Menang dan kalah adalah hal yang wajar dalam sebuah perlombaan. Yang lebih utama adalah bagaimana seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjaga sportivitas, menghormati lawan, mematuhi aturan, dan menerima hasil perlombaan dengan lapang dada," ujar Achmad Fa'iz.
Ia menambahkan bahwa semangat berkompetisi harus diiringi dengan integritas dan akhlak yang baik. Menurutnya, prestasi yang diraih akan memiliki nilai lebih apabila diperoleh melalui usaha yang sungguh-sungguh dan cara-cara yang menjunjung tinggi kejujuran.
Selain menyampaikan pesan kepada para peserta, Kepala Kantor juga mengajak panitia, dewan juri, pelatih, dan pendamping untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Ia berharap seluruh proses perlombaan berlangsung secara objektif, transparan, dan profesional sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
PORSADIN Kabupaten Kediri mempertandingkan berbagai cabang olahraga, seni Islami, dan keterampilan keagamaan yang menjadi bagian dari upaya pembinaan prestasi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah. Selain menjadi sarana kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarsantri, antarlembaga Madrasah Diniyah, serta memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kediri.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pembukaan sebagai awal pelaksanaan perlombaan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh kontingen mencerminkan komitmen untuk mengikuti kompetisi secara sehat dengan tetap menjaga persaudaraan dan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.
Melalui penyelenggaraan PORSADIN Tahun 2026, diharapkan lahir santri-santri yang tidak hanya mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga, seni, dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter yang disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Peserta yang meraih prestasi terbaik selanjutnya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Kediri pada ajang PORSADIN tingkat berikutnya


