Kediri (Humas) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kediri melaksanakan Apel Pembukaan Classmeeting 2025 pada Rabu (10/12/2025) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz. Kegiatan berlangsung khidmat di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Rangkaian apel dimulai dengan laporan pemimpin apel, penghormatan kepada pembina apel, hingga mengheningkan cipta. Dalam amanatnya, Achmad Fa’iz menekankan bahwa classmeeting harus menjadi ruang pembinaan karakter dengan menonjolkan sportivitas, kreativitas, dan nilai kebersamaan.
“Classmeeting bukan sekadar hiburan, tetapi sarana membentuk peserta didik yang disiplin, sportif, kreatif, dan memiliki karakter unggul khas madrasah,” pesan Achmad Fa’iz.
Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri melaksanakan prosesi pemotongan pita simbolis, disambut sorak antusias para peserta apel. Berbagai kompetisi antar kelas pun resmi dimulai.
Pembinaan Kepala Kemenag: Kurikulum Berbasis Cinta, 5 Panca Cinta, dan Ekoteologi
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan kepada guru MAN 4 Kediri di ruang guru. Dalam kesempatan tersebut, Achmad Fa’iz memberikan penguatan terkait pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan yang menempatkan kasih, empati, dan penghargaan terhadap sesama sebagai ruh pendidikan di madrasah.
Beliau juga memaparkan 5 Panca Cinta, yaitu:
1. Cinta Allah,
2. Cinta Rasul,
3. Cinta Orang Tua dan Guru,
4. Cinta Sesama,
5. Cinta Lingkungan.
Kelima aspek ini diharapkan dapat menjadi dasar sikap dan perilaku guru dalam mendidik peserta didik secara lebih holistik.
Selain itu, Achmad Fa’iz turut menegaskan pentingnya Ekoteologi, yaitu pemahaman teologis yang menempatkan manusia sebagai penjaga dan pemelihara alam. Ia mengajak para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menyadarkan peserta didik akan tanggung jawab ekologis, keberlanjutan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kurikulum Berbasis Cinta, Panca Cinta, dan Ekoteologi adalah fondasi pembentukan karakter. Guru madrasah harus menjadi teladan cinta, moderasi, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan,” tegasnya.
Pembinaan berlangsung hangat dan interaktif. Para guru menunjukkan antusiasme tinggi dalam memperdalam konsep pendidikan yang lebih humanis dan ramah lingkungan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Kediri berharap MAN 4 Kediri semakin mampu memperkuat budaya belajar yang penuh cinta, moderat, serta selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan.


