Kediri (Inmas) — Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan apel pagi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026). Dalam rangka menyambut Hari Santri 2026, para ASN tampil mengenakan pakaian ala santri sebagai tindak lanjut arahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wujud kecintaan terhadap nilai-nilai kepesantrenan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, menyampaikan bahwa penggunaan pakaian ala santri pada 19–23 Oktober 2026 merupakan bagian dari upaya menyemarakkan Hari Santri. Ia berharap semangat yang digaungkan melalui peringatan tersebut dapat menjadi motivasi bersama bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga semangat Hari Santri ini menjadi semangat kita bersama untuk terus memberikan pelayanan yang luar biasa kepada masyarakat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Hari Santri di Kabupaten Kediri telah dilaksanakan sejak September dan kini memasuki persiapan puncak peringatan yang dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui apel Hari Santri.
Achmad Fa’iz mengajak seluruh seksi untuk berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan peringatan tersebut. Menurutnya, Kementerian Agama merupakan rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dibanggakan oleh seluruh pegawainya. Karena itu, setiap ASN diharapkan turut menghidupkan berbagai kegiatan kelembagaan serta memperkuat komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kita patut berbangga menjadi bagian dari Kementerian Agama, karena pekerjaan kita adalah ibadah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan Bimbingan Kepegawaian, Karier, dan Mental Spiritual (Binkarsital), yang menjadi bagian dari upaya pembinaan ASN sekaligus mendukung persiapan kegiatan Hari Santri dan Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh pegawai dalam menjalankan tugas.
Pada kesempatan tersebut, Achmad Fa’iz juga menyampaikan informasi mengenai kegiatan Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama bagi PPPK Angkatan VII yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya pada 19–20 Oktober 2026 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Ia menegaskan bahwa berbagai kesempatan pelatihan perlu dimanfaatkan ASN untuk membangun integritas serta meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sesuai tuntutan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Menutup amanatnya, Achmad Fa’iz mengingatkan seluruh ASN untuk semakin memperkuat komitmen dalam pembangunan Zona Integritas, terutama menjelang submit Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) pada Desember 2026. Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh seksi dan unit kerja dalam melengkapi eviden, memastikan pemenuhan setiap indikator, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan pelayanan publik. Seluruh ASN diharapkan dapat bersinergi, menjaga konsistensi penerapan budaya kerja berintegritas, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.(Humas)


