Kediri (Inmas) — Sebanyak 80 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II mengikuti pembukaan Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya ini bertujuan memperkuat nilai dan etika ASN dalam menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan.
Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Anton Sasono.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, dalam sambutan selamat datang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan orientasi di lingkungan Kemenag Kabupaten Kediri. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada peserta untuk menjalankan tugas sebagai ASN secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha, memberikan pengarahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan orientasi. Ia menekankan pentingnya orientasi sebagai bagian dari penguatan nilai dan etika bagi PPPK dalam menjalankan tugas di instansi pemerintah. Peserta diharapkan memahami kedudukan, peran, serta tanggung jawab sebagai ASN sehingga mampu menerapkan sikap profesional, disiplin, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penguatan moderasi beragama dan ekoteologi juga menjadi bagian penting dalam membentuk ASN Kementerian Agama yang memiliki komitmen terhadap kerukunan umat beragama serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Muchammad Toha kepada perwakilan peserta laki-laki dan perempuan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Orientasi yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Oktober 2026, mencakup materi penguatan nilai dan etika moderasi beragama serta ekoteologi bagi ASN Kementerian Agama. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Achmad Fa’iz dijadwalkan menyampaikan materi tentang arah kebijakan penguatan ekoteologi Kementerian Agama.
Selain itu, peserta mendapatkan materi implementasi nilai dan etika moderasi beragama bagi ASN Kementerian Agama, peta jalan moderasi beragama, serta aktualisasi nilai-nilai ekoteologi di lingkungan Kementerian Agama. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai penerapan nilai-nilai keagamaan, sikap moderat, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Melalui kegiatan orientasi ini, para PPPK diharapkan mampu mengimplementasikan nilai dan etika ASN dalam perilaku kerja sehari-hari, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang berintegritas kepada masyarakat. Penguatan moderasi beragama dan ekoteologi juga diharapkan menjadi bagian dari komitmen ASN Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat.(Humas)


